Senin, 07 Juli 2014

Tentang Kami

Tentang Kami


Kontak Tani Nelayan Andalan (Kelompok KTNA) adalah Organisasi propesi  bersifat independent, berorientasi pada kegiatan ekonomi, sosial dan budaya disektor agribisnis, berbasis di pedesaan, berwawasan lingkungan formal, berdaulat dan berskala nasional.

Sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ikut bertanggung jawab dalam upaya untuk mengentaskan keterbelakangan, kemiskinan bagi kaum tani serta penduduk pedesaan dengan menciptakan kegiatan-kegiatan kongkrit yang dilaksanakan secara terencana, bertahap dan berkesinambungan.

Motto : Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) tidak kemana-mana tapi ada dimana-mana, Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) lahir dengan dilatarbelakangi oleh kebutuhan yang sangat mendasar untuk menyalurkan serta memperjuangkan aspirasi petani nelayan dan masyarakat pertanian, yang kondisinya masih terbatas (Model dan Tekhnologi), kepemilikan lahan, posisi tawar, informasi dan komunikasi yang tersebar di seluruh pelosok tanah air.

V i s i  : "Menjadikan Petani Nelayan mandiri dan sejahtera"

M i s i :
  1. Membangun watak petani nelayan yang beretos kerja tinggi, berdisiplin, produktif, berkualitas, hemat, mandiri, serta berprilaku mulia dalam kehidupan.
  2. Menumbuh kembangkan dan melestarikan nilai-nilai perjuangan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dalam mengentaskan kemiskinan, kebodohan serta keterbelakangan.
  3. Membangun kelembagaaan tani nelayan melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) anggota kelompok.
  4. Memberdayakan petani nelayan dalam pengembangan sistem dan Usaha Agribisnis untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.
  5. Meningkatkan kemampuan kewirausahaan petani/kelompok tani untuk memperkuat posisi tawar dan akses permodalan tani  nelayan.
  6. Mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan .
  7. Mengembangkan potensi ekonomi desa melalui pengembangan sumber daya pertanian dan penciptaan lapangan kerja guna memperkuat otonomi daerah dan ekonomi nasional.
  8. Mewujudkan kelestarian ketahanan pangan dan kebutuhan pangan keluarga serta petani lainnya.

Fungsi : 
  1. Menyalurkan serta memperjuangkan aspirasi petani nelayan kepada lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif serta pihak lainnya untuk kemajuan di bidang pertanian secara umum.
  2. Membantu pelaksanaan program desa/Instansi/dinas yang sudah di programkan.
  3. Mensingkronkan kebijakan pemerintah dengan aspirasi petani  nelayan.
  4. Mengkomunikasikan kebijakan dan informasi edukasi di bidang pertanian.
  5. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani nelayan untuk menerapkan tekhnologi tepat guna dan modern mulai dari produksi sampai pemasaran hasil dengan memperhatikan kelestarian dan peningkatan mutu lingkungan.
                                                                                                                      KTNA Lampung Selatan



Ketua KTNA


Minggu, 22 Desember 2013

jasa

cc

Mimbar Saresehan



A. Latar Belakang
        Mimbar Sarasehan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) adalah merupakan forum konsutasi antara petani dengan pihak pemerintah untuk membicarakan, memusyawarahkan  dan mencari kesepakatan mengenai hal-hal yang menyangkut pelaksanaan program pemerintah dan kegiatan petani nelayan dalam rangka  pembangunan khusunya dalam sektor pertanian.
B. Tujuan

      Adapun tujuannya untuk memahami keadaan dan masalah yang dihadapi dalam pembangunan pertanian di lapangan, serta untuk mencapai kesepakatan tentang pemecahan masalah-masalah dan penyusunan rencana kegiatan  yang mencakup usaha tani nelayan serta kehidupan keluarganya. Disamping itu juga untuk mewujudkan hubungan timbal balik yang serasi antara Kelompok Tani dan Pemerintah dalam pelaksanaan pengawasan Pembangunan pertanian untuk perbaikan dimasa yang akan datang.
       Mimbar sarasehan Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) tingkat Kabupaten Lampung Selatan  dilaksanakan pada tanggal 21 Mei 2013, yang bertempat di Aula Kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kabupaten Lampung Selatan. Peserta mimbar sarasehan berasal dari Pengurus KTNA tingkat Kabupaten Lampung Selatan sebanyak 51 orang, Pengurus Gabungan Kelompok Tani  (Gapoktan) 51 orang serta 17 orang dari Tokoh Masyarakat Kabupaten Lampung Selatan, dengan total peserta 119 orang yang masing-masing peserta sudah mewakili setiap Kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.
C. Narasumber 
Narasumber mimbar sarasehan terdiri dari :
  • Bupati Lampung Selatan
  • Dinas Pertanian TPH Kabupaten Lampung Selatan
  • Dinas Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan
  • Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Selatan
  • Badan Penyuluh Pertanian dan Ketahanan Pangan (BPPKP) Kabupaten Lampung Selatan

D. Kesepakatan Mimbar Sarasehan

Dari hasil pelaksanaan Mimbar Sarasehan menghasilkan rumusan / kesepakatan antara lain sebagai berikut :

  1. Dalam rangka peningkatan produksi Tanaman Pangan khusunya beras, KTNA Kabupaten Lampung Selatan sepakat mensukseskan Operasi Pangan Riau Makmur (OPRM) yang didukung oleh APBD II Kabupaten Lampung Selatan untuk meningkatkan Ketahanan Pangan.
  2. Dalam rangka peningkatan kemampuan kelembagan petani seperti Gapoktan, pihak Instansi dinas terkait dapat menyalurkan dana Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP), bagi Gapoktan yang belum menerima bantuan dana PUAP serta peningkatan organisasi dan manajemen kelompok tani.
  3. Untuk mengantisipasi kelangkaan tenaga kerja di pedesaan dalam usaha pertanian dengan membentuk dan memberdayakan kelembagan UPJA ( Usaha Pelayanan Jasa Alsintan ) sebagai salah satu wadah kelembagan petani khusunya bagi desa yang mempunyai potensi tanaman pangan.
  4. Menyebarluaskan informasi kepada masyarakat / petani untuk dapat memberdayakan lahan pekarangan sebagai sumber lahan pangan dan karbohidrat dalam rangka mensukseskan diversifikasi pangan.
Demikianlah sekilas tentang hasil pelaksanaan Mimbar sarasehan kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) tingkat Kabupaten Lampung Selatan.

Lomba

coba

Mentimun









Cabe

 


Cabe Organik Dalam Karung

Tak ada rotan akar pun jadi, tak ada pollybag karung bekas pun jadi. Itulah yang dilakukan Enni Suzanti seorang ibu rumah tangga yang juga Sekretaris Kelompok Petani Kecil ( KPK ) Manggis di desa Bukit Kratai, Kecamatan Rumbio Jaya Kabupaten Kampar.Ibu rumah tangga yang sehari - hari akrab dipanggil dengan bu Enni adalah salah satu sosok petani yang bisa memanfaatkan barang bekas / karung bekas guna membudidayakan cabe merah. Namun tanpa disadari hasilnya pun bisa membantu kebutuhan keluarga. Menurut penuturan bu Enni cabe yang dibudidayakan nya dalam karung bekas di pekarangan rumah tersebut murni mengunakan pupuk kandang ( Organik ) yakni kotoran  dan Urine ( air kencing ) sapi, tanpa menggunakan pupuk serta pestisida kimia,  pertumbuhan dan hasilnya pun tidak kalah dengan cabe yang dibudidayakan dengan perlakukan yang umum oleh para petani cabe.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 















 

Blogger news

coba

Blogroll

coba

About

coba